SEKILAS TENTANG MIQAT BI’R ALI, DZUL HULAIFAH
Regulasi

SEKILAS TENTANG MIQAT BI’R ALI, DZUL HULAIFAH

by Lutfi MB- admin easyumroh | 14-04-2026 06:06

Miqat Dzul Hulaifah, juga dikenal sebagai 'Abyar Ali,' adalah salah satu lokasi Mawaqit (miqat-miqat) yang harus dilewati oleh mereka yang berniat memasuki Makkah al-Mukarramah untuk Haji atau Umrah untuk mengenakan Ihram dan beniat. Ini adalah Miqat bagi penduduk al-Madinah al-Munawwarah dan mereka yang melawatinya untuk melakukan haji atau umrah.

 

Lokasi Miqat Dzul Hulaifah

Nama " Dzul Hulaifah " diambil dari bentuk kecil tanaman "al-Hulaf" (Elaeagnus) yang banyak terdapat di lokasi tersebut. Nama 'Abyar Ali' juga digunakan karena Khalifah Ali Ibn Abi Talib Radhiallahu anhu memerintahkan penggalian sumur ketika beliau tinggal di Dzul Hulaifah. Lokasi ini juga dikenal sebagai 'Masjid al-Syajarah' (Masjid Pohon) karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berteduh di bawah pohon di tempat ini ketika beliau berangkat untuk Umrah dan saat Haji Perpisahan (Haji wada’). Masjid Miqat terletak di sebelah utara Makkah al-Mukarramah, pada ketinggian 640 m di atas permukaan laut. Masjid ini menghadap sisi barat Lembah al-Aqiq (Wadi al-'Aqiq) di al-Madinah al-Munawwarah. Jaraknya 433 km dari Masjidil Haram di Makkah al-Mukarramah dan sekitar empat belas km dari Masjidil Nabawi di al-Madinah al-Munawwarah.

 

Pembangunan Miqat Dzul Hulaifah

Masjid Miqat Dzul Hulaifah dibangun pada masa pemerintahan Umar Bin Abdulaziz ketika beliau menjabat sebagai gubernur al-Madinah al-Munawwarah dari tahun 706 hingga 711. Masjid ini dibangun kembali pada masa Abbasiyah dan awalnya berukuran kecil, dibangun dari batu bata lumpur dan batu. Para peziarah dan mereka yang melaksanakan umrah merasa tidak nyaman selama musim-musim tertentu, sehingga Raja Faisal Bin Abdulaziz Al Saud memerintahkan renovasi dan perluasan masjid.

 

Perkembangan Miqat Dzul Hulaifah

Miqat Dzul Hulaifah dibangun kembali di atas lahan seluas sekitar 178.000 m², meliputi masjid dan fasilitas pelayanan terkait. Struktur modern terdiri dari dua kelompok lengkungan yang dipisahkan oleh halaman seluas sekitar seribu m². Lengkungan-lengkungan tersebut memiliki lengkungan yang berujung pada kubah panjang, mencapai ketinggian enam belas meter di atas tanah. Masjid itu sendiri dibangun berbentuk persegi, meliputi area seluas enam ribu meter persegi, dan dapat menampung tujuh ribu jamaah. Masjid ini memiliki sekitar lima ratus toilet, beserta area khusus untuk ihram, wudhu, dan mandi, serta tempat parkir. Selain itu, dibangun juga pasar untuk memenuhi kebutuhan para peziarah dan jamaah umrah, dan sebuah menara setinggi enam puluh dua meter dengan tangga spiral juga dibangun. Masjid ini dibangun dengan desain arsitektur yang khas, dengan mempertimbangkan penanaman ruang hijau dan pepohonan untuk membantu mengurangi suhu, terutama selama bulan-bulan musim panas.

 

Kalau kamu pergi untuk umrah dan melalu Madinah Al Munawwarah, maka di Du Hulaifah lah kamu mesti berihram dan berniat. Mau perjalanan umrah mu berkesan, rancanglah brsama tim #esyumroh.id

 

#easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu


Olivia Rhye

Admin easyUmroh

Admin

Baca Juga
LIHAT SEMUA
Segera Hubungi Kami