KA'BAH
by Lutfi MB- admin easyumroh | 02-03-2026 05:05
Ka'bah,
juga dikenal sebagai Baitullah ( “Rumah Allah”), berdiri sebagai struktur
berbentuk kubus di jantung Masjidil Haram di Makkah. Dianggap sebagai situs
paling suci dalam Islam, Ka'bah merupakan titik fokus yang menjadi acuan (Qiblat) umat Muslim saat melaksanakan
salat. Ka'bah juga merupakan bagian integral dari ritual Tawaf, di mana para
peziarah yang melaksanakan ibadah Haji dan Umrah harus mengitarinya.
Istilah
“Ka’bah” berasal dari kata Arab “ka’b” (كعب), yang berarti “kubus” atau “persegi.”
Kata “Ka’bah” disebutkan dalam Al-Quran di dua tempat:
"Wahai
orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu
sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka
dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang
dibunuh, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hady yang
dibawa ke Ka‘bah, atau dendanya membayar kafarat dengan memberi makan
orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu,
agar dia merasakan akibat perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah
lalu. Dan barangsiapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya.
Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan."
[Surah al-Ma’idah, 5:95]
"Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia
berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu (hewan kurban), dan qala'id (hewan
kurban yang diberi tanda). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Allah
mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu"
[Surah al-Ma’idah, 5:97]
Ka'bah
juga disebut dengan sejumlah nama.
Dalam
Al-Quran selain "Ka'bah," bangunan suci dalam Islam ini disebut
dengan berbagai nama lain dalam Al-Quran, diantaranya:
Al-Bayt (الْبَيْت) –
Rumah
Nama
ini merujuk pada Ka'bah sebagai tempat ibadah dan ziarah utama bagi umat
Muslim. Disebutkan dalam Surah Al-Baqarah:
"Dan (ingatlah),
ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan
tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan
telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku
untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud"
.[Surah al-Baqarah, 2:125]
Al-Bayt al-Atiq – Rumah Kuno
Nama
ini merujuk pada asal-usulnya yang kuno dan signifikansi historisnya, nama ini
menyoroti usia Ka'bah yang sangat tua. Hal ini disebutkan dalam Surah al-Hajj:
Kemudian,
hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka, menyempurnakan
nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf di sekeliling al-Bait al-‘Atīq
(Baitullah).
[Surah al-Hajj, 22:29]
Al-Bayt al-Haram – Rumah Suci
Nama
ini menggarisbawahi kesucian yang diberikan kepada Ka'bah sebagai tempat suci
dan tak boleh diganggu gugat. Nama ini digunakan dalam Al-Quran, misalnya dalam
Surah al-Ma'idah:
"Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci, sebagai
pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, (demikian pula) bulan Haram,
hadyu (hewan kurban), qalaid (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian
itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu."
[Surah al-Ma’idah, 5:97]
Al-Bayt al-Muharram – Rumah Terlarang
Nama
ini menyampaikan gagasan bahwa Ka'bah dihormati dan terlarang untuk aktivitas
tertentu, karena statusnya yang suci. Nama ini disebutkan dalam Surah Ibrahim
(14:37), yang biasanya diterjemahkan sebagai "Rumah Suci" atau
"Rumah yang Disucikan". Ibrahim alaihissalam
berkata:
Ya
Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah
yang tidak ada tanamannya (dan berada) di sisi rumah-Mu (Baitullah) yang
dihormati. Ya Tuhan kami, (demikian itu kami lakukan) agar mereka melaksanakan
salat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan
anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.
[Surah Ibrahim, 14:37]
Awwal Bayt – Rumah Pertama
Ka'bah
diyakini sebagai rumah ibadah pertama yang didirikan untuk umat manusia,
pertama kali dibangun oleh Nabi Adam, kemudian oleh Nabi Ibrahim dan putranya
Ismail Q atas perintah Allah.
"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk
manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi
petunjuk bagi seluruh alam".
[Surah Ali Imran, 3:96]
Ka'bah
juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti:
Baitullah – Rumah Allah: Nama ini menekankan peran
Ka'bah sebagai tempat tinggal simbolis Allah.
Al-Bunya – Struktur: Namanya diambil dari
“al Bina'” (bangunan).
Bunyat Ibrahim – Struktur Ibrahim: Seperti
yang awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim S.
Al-Ka'bah al-Musharrafah -
Ka'bah yang Mulia: Nama ini menekankan status terhormat dan kedudukan tinggi
Ka'bah.
Al-Ka'bah al-Muazzamah –
Ka'bah yang Megah: Menyoroti kemegahan dan kemegahan Ka'bah.
Al-Ka'bah al-Muqaddasah –
Ka'bah Suci: Nama ini menekankan kesucian dan kesucian Ka'bah sebagai situs
keagamaan yang dihormati.
Al-Ka'bah al-Sharifah -
Ka'bah yang Terhormat: Nama ini menggarisbawahi kehormatan yang diberikan
kepada Ka'bah.
Itulah
sedikit tentang Ka’bah yang atas perintah Allah menjadi kiblat Kaum Muslimin saat beribadah,
khususnya saat shalat.
Kamu
mau mengunjunginya? Rancang saja jadwal perjalananmu bersama easyumroh.id agar lebih berkesan dan nyaman.
#easyumroh memudahkan
perjalanan umrahmu.