MASY'ARIL HARAM
Bisnis

MASY'ARIL HARAM

by Lutfi MB- admin easyumroh | 18-02-2026 06:06

Masy’ar atau Masy’aril Haram yang juga masyhur dengan sebutan Muzdalifah adalah sebuah kawasan daerah yang terletak antara Arafah dan Mina. Kawasan yang terletak di dalam Tanah Haram Mekah ini adalah sebuah lembah yang tidak luas, berada di antara Arafat dan Mina, dan panjangnya kurang lebih empat kilometer. Letaknya di sekitar tempat menginap jamaah haji pada malam kedua haji. Jemaah haji wajib bermalam di Muzdalifah dan disunnahkan untuk memungut batu kecil sebagai persiapan pelemparan jumrah di Mina.


Pada tahun 10 Hijriyah, Rasulullah melaksanakan haji. Haji beliau ini banyak yang menyebut sebagai Haji Wada' karena ini haji pertama sekaligus haji terakhir yang dilaksanakan oleh Rasulullah setelah hijrah ke Madinah. Disebut Wada’ (perpisahan) karena ini adalah haji perpisahan Nabi Muhammad dengan umatnya sebelum beliau wafat beberapa bulan kemudian. 


Setelah tiba di Muzdalifah pada hari kedua Haji Wada’, Nabi ﷺ berhenti di lokasi tempat Masjid Mashar al-Haram berada saat ini, di dekat Gunung Quzah.  Beliau memberi instruksi kepada para sahabatnya: “Seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri, kecuali bagian tengah Muhassar.”


Pada saat haji itu, setelah fajar menyingsing pada hari Sabtu tanggal 10 Dzul Hijjah, Nabi ﷺ melaksanakan shalat Subuh dengan satu adzan dan satu iqamah, tepat pada saat waktu salat dimulai. Beliau melaksanakan shalat sedikit lebih awal dari biasanya.

Abdullah ibn Mas’ud radhiallahu anhu meriwayatkan:

Aku tidak pernah melihat Rasulullah melaksanakan salat kecuali pada waktu yang tepat, kecuali salat Maghrib dan Isya di Muzdalifah dan salat Subuh pada hari itu, yang beliau laksanakan sebelum waktu (seperti) biasanya.


Setelah menyelesaikan salat, beliau menaiki unta betinanya dan mendaki Gunung Quzah, yang menghadap ke masjid. Beliau menghadap ke arah kiblat dan mengangkat kedua tangannya untuk berdoa hingga terang. Nabi ﷺ bersyukur, memuji dan memuliakan Allah, sambil membaca Talbiyah, dengan demikian beliau memenuhi perintah ilahi:

Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam.

 [Surat al-Baqarah, 2:198]

 

Selama doa ini, Nabi ﷺ tersenyum. Melihat hal itu, Abu Bakar  dan Umar radhiallahu anhuma bertanya kepadan beliau mengapa ia tampak gembira. Al-Abbas bin Mirdas al-Sulami radhiallahu anhu  meriwayatkan:

Abu Bakar dan Umar berkata kepadanya: ‘Semoga ibu dan ayah kami ditebus untukmu, ini bukan saat di mana engkau biasanya tertawa. Semoga Allah menjadikan tahun-tahunmu penuh dengan tawa, mengapa engkau tersenyum?’ Nabi bersabda: ‘Musuh Allah, Iblis, ketika mengetahui bahwa Allah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, mengambil debu dan mulai menaburkannya di kepalanya, sambil mengeluarkan ratapan kesedihan dan keputusasaan, dan apa yang kulihat dari penderitaannya membuatku tertawa.’

Doa yang dipanjatkan Nabi ﷺ untuk umatnya di Arafat kini telah dikabulkan.


Nah, kalau kamu umroh bersama easyumro.id akan diajak untuk mengunjungi muzdalifah dan sekitarnya. Sehingga saat melaksankan ibadah haji, setidaknya sudah pernah mengenal daerah tersebut.

 

#Easyumroh memudahkan perjalanan umrahmu.



Olivia Rhye

Admin easyUmroh

Admin

Baca Juga
LIHAT SEMUA
Segera Hubungi Kami